Ini Aku, Bukan yang Lain

Ketika orang lain mengatakan "apa kamu gila dengan fikiran seperti itu?" Atau "apa kamu ga salah dengan mimpi-mimpi seperti itu?", atau sekedar mengernyitkan dahi melihat apa yang kita kerjakan, rasanya ingin sekali berteriak "ini aku!! Bukan yang lain".

Orang lain bisa saja tertawa melihat buku agenda kita penuh dengan list impian. Bagi mereka, mungkin impian itu adalah impian gila yang tak masuk akal bisa dicapai. Tapi itu bagi mereka, bukan bagi kita yang menulis impian itu. Apa salahnya menulis apa yang kita inginkan, apa ada yang akan dirugikan? Apa melanggar undang-undang? Hari ini kita menulis impian besoknya kita ditangkap densus 88 gitu? Yah ga mungkinlah yaa..

Ini aku, bukan yang lain..

Saya jadi teringat dengan seorang junior saya ketika kuliah dulu. Sebenarnya dia seorang yang gampang sekali khawatir, terlebih selalu khawatir jika nilainya lebih rendah dari orang lain (hehehe). Dia selalu merendah jika bicara dengan dirinya sendiri. Selalu menyalahkan dirinya sendiri jika dia tidak mencapai tujuannya. Lebih tepatnya dia mencaci dirinya sendiri jika itu terjadi. Tentu saja itu dilakukannya ketika sendirian dikamar. Tapi jika di depan orang lain, dia layaknya singa yang tak mau mengalah sama sekali. Dia selalu bicara kepada saya "kak, kita tu harus punya karakter, jangan ikut-ikut aja sama orang lain". Itulah kelebihan adik saya satu ini. Dia pernah memarahi ketua jurusannya karena tidak adil dalam proses penerimaan beasiswa. Tapi setelah tidak ada orang, mukanya berubah pucat ketakutan. Tapi hasilnya, sampai sekarang ketua jurusannya itu selalu mengandalkannya dalam beberapa hal.

Ini aku, bukan yang lain..
Orang lain bisa saja menilai kita seperti apapun yang ada di otaknya. Tapi siapa dia?? Pernahkah mereka berada diposisi kita walau sedetik saja (eiitt, kayak tulisannya Afi hihihi). Yah intinya begitu, kita tidak bisa mengatur jalan fikiran orang. Kepala sama hitam, tapi apa yang ada didalam kepala siapa yang tahu (kata mak gw).

Ini aku, bukan yang lain..

Saya juga ingat dengan sahabat spesial saya, mey fang (hai fanii).. meski berbeda, dia tetap berdiri diatas kakinya. Berjalan memakai baju warna warni disaat semua orang memakai baju putih. Yakin dengan langkahnya, percaya diri dengan keyakinannya. Sesekali dia mengeluh, tapi langkahnya tetap maju. Sama seperti saya, impiannya juga banyaaak sekali. Kita sama-sama berusaha meyakini bahwa suatu hari nanti, impian itu satu persatu akan diwujudkan. Tak peduli tidak ada yang yakin, yang penting kita sendiri yakin.

Karna,
ini aku, bukan yang lain..

#fighting

Maaf kurang nyambung :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Without Allah I'm nothing

Awak ni Apeelaaah

Hanya Perlu Terbiasa #part2